Budidaya Pala

Budidaya Pala 

Pala (Myristica Fragrans Houtt) merupakan tanaman asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku, yang kemudian menyebar ke pulau - pukau lain disekitarnya, termasuk pulau Jawa. Pembudidayaan tanaman paa terus meluas sampai Sumatera.

Tanaman Pala terkenal karena biji buahnya yang tergolong sebagai rempah-rempah. Biji dan selaput biji (fuli) atau sering disebut dengan buah pala, sejak dulu merupakan komoditas ekspor Indonesia dan menduduki 60% dari jumlah ekspor pala dunia.

Botani dan Marpologi
Tanaman Pala merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini termasuk dalam Familia Myristicaceae, yang mempunyaisekitar 200 species. Tanaman ini jika pertumbuhannya baik dan tumbuh di lingkungan terbuka, tajuknya akan rindang dan ketinggiannya dapat mencapai 15 - 18 meter. Tajuk pohon ini bentuknya meruncing ke atas dan puncak tajuknya tumpul. Daunnya berwarna hijau mengkilap dengan ukuran panjang 10 - 15 cm dan panjang tangkai daun sekitar 1 - 1,35 cm. Tanaman ini sebagian besar adalah berumah satu, namun sering ditemukan pula yang berumah dua dan yang hermaphrodite. Tanaman yang berumah satu artinya pada satu pohon terdapat pula bungan betina yang menghasilkan putik. Sedangkan tanaman yang berumah dua artinya terdapat bungan betina saja atau hanya terdapat bunga jantannya saja. Kemudian tanaman yang hermaphrodite artinya dalam satu bunga terdapat benang sari penghasil tepung sari dan terdapat pula putik yang akan diserbuki.

Syarat Tumbuh
Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah-daerah yang mempunyai ketinggian 500 - 700 m di atas permukaan laut. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m, produktivitas tanaman pala akan rendah. Tanaman ini membutuhkan tanah yang bembur, subur dan sangat cocok pada tanah Vulkanis yang mempunyai pembuangan air atau drainase yang baik. Tanaman pala juga dapat tumbuh baik pada tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Pada tanah yang tidak atau subur, tanaman ini dapat tumbuh baik jika dilakukan pemupukan dan perawatan yang baik. Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 - 6,5. Tanaman pala membutuhkan iklim yang agak stabil terutama pada masa pertumbuhan vegetatif. Tanaman pala juga mebutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata atau tidak banyak berubah sepanjang tahun. Iklim yang cocok adalah sekitar 20 - 30 derajat Celcius.

Pengadaaan Bibit
Tanaman pala dapat diperbanyak dengan beberapa cara, yaitu antara lain:
1). Dengan Biji, 2). Dengan Cangkok, 3). Dengan Penyambungan, 4). Dengan penyusuan, 5). Dengan Stek.

Penanaman dan Pemeliharaan
Kebun untuk tanaman pala perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Lubang tanam perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60x60x60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 xm untuk jenis tanah liat. Jarak tanam pada lahan datar adalah 9x10 m, sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m.

Panen
Pohon pala mulkai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telang berproduksi secara menguntungkan. Produksi pala akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun akan mencapai produksi tertinggi. Pohon pala dapat berproduksi sampai umur 60 - 7- tahun. Dalam satu tahun pohon pala dapat dipanen sebanyak dua kali.  Pada umumnya buah pala dapat dipetik setelah cukup tua, yaitu 6-7 bulan sejak mulai berbunga. Ciri-cirinya, Sebagian dari buah pala membalah melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli berwarna merah.

Referensi:
Bagi teman-teman yang ingin Membaca lebih jelas tentang Budidaya Pala, silahkan baca Buku Karangan Ir. Hatta Sunanto, BSc, MS. Judul Buku "Budidaya Pala Komoditas Ekspor", Penerbit: Kanisius.                     

phreaking tool budidaya pertanian dan perikanan Kumpulan budidaya Ikan, Tanaman, perikanan dan peternakan.

Popular Post